Jumat, 14 Agustus 2009

SELAMAT MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN


Menyusuri jalan penuh duri,bertemu dengan teman sejati berbagi tentang perjalanan panjang ini,ada lelah letih,ada genbira tawa,ada ukhuwah disana, ijinkan aku menbaginya denganmu insya Allah
Jangan berjalan di depanku aku mungkin tidak dapat mengikuti, jangan pula berjakan di belakangku aku mumgkin tidak dapat meminpin tetapi, berjalanlah seiring bersamaku dan jadilah sahabatku.
Teman teman bloggerku maafin semua kesalahanku yang di sengaja maupun yang gak di sengaja. Sebentar lagi, tinggal menghitung hari saja kita akan memasuki bulan suci Ramadhan,Mari kita benahi diri, jernihkan hati,menyambut bulan nan suci hanya tuk meraih ridhoNya.

Selamat Menyambut Bulan Suci Rzmadhan 1430 H

Rabu, 05 Agustus 2009

NISFU SYA'BAN MALAM PENUH BERKAH

Malam nisfu sya'ban, tanpa terasa ya?, Kalau ingat dulu waktu di kampung sore sore jalan jalan santai bersama teman teman terus pulangnya mampir ke mesjid, Kalau waktunya tiba, salah satu kemudian menyumbangkan suaranya, menggemakan adzan. Tidak ada dominasi siapa yang bertugas, siapa yang mau, dialah yang menjadi muadzin. Sementara itu, sebagian dari kami beranjak ke tempat wudhu. Sambil menunggu berkumpulnya orang-orang, sang muadzin mengisi waktu dengan bersalawat, hingga sang imam datang. Salawatnya kadang berganti-ganti, tergantung yang memulai. Sebagai orang desa, kami melakukan ini sesuai dengan apa yang telah turun temurun. Tidak pernah tahu siapakah yang memulai pada awalnya. Konon, bagi sabagian orang, bersalawat setelah adzan merupakan perkara bid’ah –sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh nabi dulu. Namun, rasanya, sore itu tidak akan ramai ketika salawat-salawat itu tidak berbunyi. Padahal, Allah dan malaikat pun bersalawat kepada nabi, kenapa kami tidak boleh?

Ya, begitulah suasana menjelang maghrib di kampungku. Di Panggulan Timur Kecamatan Giligenting. Sebuah kampung nan jauh dari keramaian. Mungkin tidak jauh beda dengan daerah-daereah lain. Ritual semacam itu, sudah menjadi kesaharian yang berulang. Dari diskusi kecil, sampai salat bersama-sama. Salah satu saling bercerita tentang apa yang bisa di ceritakan. Salat maghrib pun usai. Namun, pemandangan di sana tergolong lain dari biasanya. saya masih bertanya-tanya, ada apakah sore itu? Ternyata, saya baru sadar kalau sore itu merupakan peringatan nisfu Sya’ban. Yakni, pertengahan bulan Sya’ban –bulan hijriyah. Sang imam memimpin. Sebelumnya, ada tausiah sedikit tentang perayaan nisfu sya’ban. Konon, malam itu adalah puncak dari seluruh hari. Di mana, para malaikat menyetorkan buku catatan amal, dan menggantinya dengan yang baru.Pembacaan yasin sebanyak tiga kali adalah sebuah permohonan kepada Allah, agar dijauhkan dari perbuatan buruk nantinya. Sehingga catatan amal, ketika disampaikan kepada Allah, dalam keadaan baik. Sekelumit pembukaan itu kemudian disusul dengan membaca yasin bersama-sama sebanyak tiga kali berturut-turut. mungkin di tempat lain di awali dengan salat, di tempatku dibuat sederhana, hanya yasinan saja. Setelah itu disusul dengan doa.

Konon, bulan Sya’ban dalam kalender Jawa di sebut bulan Ruwah. Ini berarti bulan itu adalah bulan berkah untuk para arwah, karena mendapat kiriman doa. Kami pun percaya, bahwa doa-doa tersebut bakal tersampai kepada mereka yang telah mendahulu kita.Malam Nisfu sya’ban adalah malam yang penuh berkah,Terus setelah selesai sholat isya biasanya kami beramai ramai dengan di pinpin oleh seorang kiyai untuk ziarah ke kubur kubur tua terutama ke kuburan orang tua yang telah mendahului kita untuk mendoakan semoga Allah menerima semua amal ibadahnya,saya baru ingat waktu lagi di kampung dulu dari asyiknya bersama teman teman dan dengan penuh kekhusyukan tanpa terasa waktu subuh pun tiba, gak terasa ya semalaman kita keliling berziarah,karna perjalanan kami sudah sampai di daerah gedugan akhirnya kami sholat subuh di mesjid sumber,terus setelah sholat subuh kamipun pulang kerumah masing masing.
GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga