Selasa, 22 Maret 2011

Pantai miring


Saat membuka album fhoto-fhoto lama di hardish leptop tidak sengaja masuk ke ambum fhoto ketika di kampung suamiku yakni ketika beberapa tahun yang lalu mengikutinya pulang kampung karena sesuatu keperluan keluarga di sebuah pulau kecil, pada deretan pulau-pulau kecil di jawa timur madura, kalau kita melihat di peta mungkin tidak terdata kecuali kalau di peta dengan ukuran lumayan besar.
Giligenting !..yah !..itulah nama pulaunya hanya empat desa, saat akan tiba dari kejauhan laut kita akan melihat sebuah gundukan dengan di dominasi warna hijau yang menjadi tanda betapa suburnya pulau itu adapun tepinya ada garis putih seperti bingkai itulah hamparan pasirnya, sangat indah tidak kalah dengan desa tempat tinggalku di Wonogiri yang dihiasi dengan hamparan sawah hijau dan deretan gunung dengan waduk gajah mungkurnya.
Pantai miring menjadi salah satu tempat favorit yang banyak dikunjungi oleh para perantau yang pulang kampung, itulah kata suamiku, tanpa terkecuali kami sekeluarga dengan kendaraan sepeda motor juga datang ke sana , pemandangannya indah , masih asri baik saat air surut maupun pasang , sebuah tempat wisata keluarga yang layak untuk dikunjungi meski akses untuk tiba di bawah cukup sulit bahkan cenderung berbahaya,tapi gratis !..karena memang tempat itu tidak dikelola oleh pemerintah setempat tak ada pintu masuk, tak ada yang mengawasi apalagi pos penjualan tiket.
Aku berpikir, andai saja tempat ini dikelola secara profesional pasti akan mendatangkan inkam yang lumayan, baik untuk kas desa maupun masyarakat , yakni bisa menjadi sumber pendapatan yang lain dari penduduk di sekitar tempat itu, karena kata suamiku saat dia masih usia SD (sekolah dasar) banyak para wisatawan yang datang ke pulau itu walau sekedar mampir, hal ini tidak mungkin terjadi kalau mereka tidak mengenal lebih dahulu walau hanya dari mulut ke mulut, intinya walau tidak setenar tempat wisata yang lain pulau giligenting pernah dijadikan sebagai tempat wisata oleh wisatawan asing.
Sampai  kinipun pantai miring tak pernah absen dari kunjungan para penduduk desa yang baru pulang dari perantauan baik hanya sekedar iseng maupun untuk membuat dokumentasi vidio maupun gambar .
Dan sekarang dari kabar yang aku dengar dari saudara yang datang dari kampung (madura) keadaan pantai miring menjadi miring semiring namanya baik karena ulah orang tak bermoral, seperti tempat pacaran maupun nasibnya (mungkin)yang tak mendapat perhatian yang layak dari pemda setempat, seperti terjadinya pengikisan air laut (abrasi) karena pengambilan pasir pantai dan batu laut yang berfungsi sebagai meredam ombak.
Kelak, ke sananya bila kami sekeluarga kembali pulang ke madura mudah-mudahan pantai miring kembali seperti asalnya , asri dan dapat duduk di tepi pantai di bawah bukit batu karang pada saat air pasang, yang kini tidak dapat lagi dilakukan lantaran air laut manakala telah pasang ombaknya sudah bisa menghantam deretan batu karang yang menjadi benteng bibir pulau, padahal kata suamiku dahulunya saat air pasang ombak masih jauh dari tepi tebing
Harapan itu tentunya tidak mustahil kan !.. apalagi sekarang desa Bringsang yang wilayahnya mencakup pantai miring punya organisasi yang dipercaya masyarakat, dalam istilah kerennya kredibel dan kapabel , yakni dipercaya dan profesional, saya yakin kalau mereka mau bisa menjembatani hal ini, baik intervensi langsung maupun memberikan saran, apalagi kepala desa yang sekarang mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan Ikrisma, baik karena sebagai salah satu anggota maupun yang memberikan dukungan penuh terhadap pencalonannya dahulu,. Insya Allah....

Minggu, 20 Maret 2011

TAPE KHAS KOTA TEGAL

Kemarin saya mendapatkan sebuah bingkisan boleh di bilang unik sekali namun setelah dibuka dari kantong kresek pembungkusnya ternyata bingkisan ini bukan sembarang bingkisan, ataupun paket sembarang paket, seperti yg akhir akhir ini rami diperbincangkan, banyak kiriman berupa barang yang isinya berupa bom, seperti yang kita lihat sendiri di media media seperti televisi, teror bom dimana mana ngeri jadinya kalau ada bungkusan kotak tkutnya waktu kita pegang malah meleduk.....hehehe
Kiriman yang saya terima ini kotak dari anyaman bambu unik sih dan bikin hati bertanya tanya??? ternyata bingkisan itu dari ponakanku, dan ternyata adalah sebuah kotak bungkus Tape khas kota tegal, oleh oleh sewaktu pergi ke kota tegal. Disini tertulis masak tgl 22 maret 2o11 dan kadaluwarsa tgl 26 maret 2o11, hadoh masih besok deh masaknya padahal udah gak tahan dengan aromanya....hehehe....terpaksa deh dari gak tahannya smalem saya buka dengan hati degdegan, hehehe....ternyata benar isinya tape yang masih keras....yah.....masa bodohlah kelamaan nunggunya. Santap aja ah....hehehe buat ian tian makasih yah oleh olehnya dari kota tegal....
GILIGENTING POLO RADDIN

Silahkan Baca Juga